RISALAH NATAL AYAH 2002
by: Wisnu Pamungkas Natal bagi Ayah adalah awan yang berbalik dan menumpahkan hujan, Agin yang berbisik tentang ketulusan langit Bumi ya...
by: Wisnu Pamungkas Natal bagi Ayah adalah awan yang berbalik dan menumpahkan hujan, Agin yang berbisik tentang ketulusan langit Bumi ya...
Cerpen: Wisnu Pamungkas Aku hidup dalam pengecualian. Terlahir untuk melarung, walau tanpa secarik pun peta kebahagiaan. Ayahku adalah ke...
by: Wisnu Pamungkas Ayah sangat ramah pada kematian bahkan ia mentraktirnya dengan sebotol bear sebelum mereka berpisah di ujung jalan ...
by: Wisnu Pamungkas Ayah sendiri di terminal udara mancari bahasa cinta Dia adalah lelaki yang gagal menjaga bumi sedangkan anak-anak t...
by: Wisnu Pamungkas Ayah sangat ramah pada kematian bahkan ia mentraktirnya dengan sebotol bear sebelum mereka berpisah di ujung jalan berka...
by: Wisnu Pamungkas Aku percaya engkau mencintaiku dengan segenap hatimu. Tapi aku tak akan mudah percaya pada apa yang pernah engkau lalu...
by: Wisnu Pamungkas Terimakasih Ayah, izinkanlah aku menerima semua fakta dan mimpi ini dalam satu bagian hidup yang sekejap, cinta tiad...
By: Wisnu Pamungkas DIALOG Konflik Batin AYAH: Bagaimana aku harus menjelaskan kerinduan ini? Sebab rasa sakit dan derita yang kurasakan...
by: Wisnu Pamungkas Ketika negra tak lagi menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, melindungi hak-hak dan kepentingan rakyat, untuk apa kit...
by: Wisnu Pamungkas untuk apa kita ngotot memiliki negara, jika bernegara ternyata tak menyelesaikan masalah. Lihat saja yang terjadi di sek...
Aku berjalan seperti orang mabok, saat menyelusuri makam-makam masa lalu, untuk bertemu diri sendiri.
kami mengembara, seperti mimpi masa kecil kami Dua manusia yang tak saling mengenal tapi ditautkan rasa, ditautkan sebuah kekuatan aneh yang...
Setelah lebih sebulan kami berjalan dalam gelap, aku sempat berfikir apakah tempat yang kami tuju ini benar-benar pernah ada? Atau barangka...
Jika aku boleh memilih, aku akan memilih untuk dilahirkan kembali disebuah pantai. Pantai dengan senjanya yang sendu, temaram dan membias...
by: Wisnu Pamungkas Entah siapa yang lengah, tuhan atau ayah? Hanya saja ketika itu tuhan agak gegabah, menghela adam dari firdaus, Mem...
Ayah sendiri di terminal udara mancari bahasa cinta Dia adalah lelaki yang gagal menjaga bumi sedangkan anak-anak terus menyeruak, menggamba...